<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kang@Paidjo &#187; Curhat</title>
	<atom:link href="http://www.paidjo.web.id/category/curhat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.paidjo.web.id</link>
	<description>Tempat Belajar dan Tempat Berbagi Ilmu, Siapa saja, kapan saja</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 01:10:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<image>
<link>http://www.paidjo.web.id</link>
<url>http://paidjo.web.id/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/icon.ico</url>
<title>Kang@Paidjo</title>
</image>
		<item>
		<title>Apakah Pemerintah akan Memblokir Jejaring Sosial?</title>
		<link>http://www.paidjo.web.id/internet/apakah-pemerintah-akan-memblokir-jejaring-sosial</link>
		<comments>http://www.paidjo.web.id/internet/apakah-pemerintah-akan-memblokir-jejaring-sosial#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 00:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paidjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[blokir]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paidjo.web.id/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah mempunyai peran strategis secara hukum untuk menyelesaikan  polemik penggunaan jejaring sosial oleh anak dan remaja Indonesia dengan  memberi sanksi tegas terhadap pelanggarnya, termasuk memblokir laman  itu, kata Edmond Makarim kepada Antara News, Selasa, di Kampus  Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat.
Dosen hukum  telematika UI ini mengatakan, melalui polisi, pemerintah berwenang  meminta informasi tertentu kepada situs jejaring sosial untuk  kepentingan penegakan hukum.
&#8220;Pemerintah bahkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah mempunyai peran strategis secara hukum untuk menyelesaikan  polemik penggunaan jejaring sosial oleh anak dan remaja Indonesia dengan  memberi sanksi tegas terhadap pelanggarnya, termasuk memblokir laman  itu, kata Edmond Makarim kepada Antara News, Selasa, di Kampus  Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Dosen hukum  telematika UI ini mengatakan, melalui polisi, pemerintah berwenang  meminta informasi tertentu kepada situs jejaring sosial untuk  kepentingan penegakan hukum.</p>
<p>&#8220;Pemerintah bahkan bisa memblokir  jejaring sosial jika sudah dianggap mengganggu stabilitas negara,&#8221; tegas  peneliti senior Lembaga Kajian Hukum Teknologi Fakultas Hukum UI itu.</p>
<p>Dia  melanjutkan, selain pemerintah, yang juga memainkan peran pokok dalam  menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk jejaring sosial adalah  masyarakat dan keluarga, bahkan keluarga menjadi saringan terkuat  terhadap perkembangan komunikasi berbasis internet.</p>
<p>&#8220;Orangtua  harus bisa mengenali kapan seorang anak pantas mengakses internet,&#8221;  tegasnya.</p>
<p>Edmond bahkan menyebut orangtua bisa menggunakan  piranti lunak untuk memblokir laman-laman internet yang melanggar susila  dan norma masyarakat.</p>
<p>Namun upaya itu belum cukup tanpa  menuntut peran pihak lain seperti pengelola warung internet (warnet) dan  produsen teknologi informasi, karena meski pengawasan sekolah dan  orangtua sudah optimal, maraknya warnet dan aplikasi &#8220;gadget&#8221; atau  &#8220;smart phone&#8221; membuat orangtua semakin susah melindungi anak dari dampak  buruk jejaring sosial.</p>
<p>&#8220;Penyedia jasa internet seperti warnet  harus membangun tata kelola yang benar,&#8221; katanya menawarkan solusi.</p>
<p>Caranya,  demikian Edmond, dengan membangun warnet yang tidak tertutup atau  mencatat orang-orang yang menggunakan jasa warnet, sementara untuk  &#8220;gadget&#8221; orangtua sebaiknya menimbang apakah anak benar-benar  membutuhkan jenis teknologi seperti itu.</p>
<p>Edmond menolak menabukan  jejaring sosial untuk anak karena manfaat jejaring sosial untuk  masyarakat terlampau banyak.</p>
<p>&#8220;Yang harus ditindak adalah konten  dan oknum yang menyalahgunakan jejaring sosial itu. Dan yang terpenting  adalah etika masyarakat. Itulah yang mendasar dalam pembangunan negara  dan bangsa,&#8221; pungkas Edmond. (*)</p>
<address>sumber: ant<br />
</address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paidjo.web.id/internet/apakah-pemerintah-akan-memblokir-jejaring-sosial/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jam Sekolah Pagi 06.30</title>
		<link>http://www.paidjo.web.id/curhat/jam-sekolah-pagi0630</link>
		<comments>http://www.paidjo.web.id/curhat/jam-sekolah-pagi0630#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 00:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paidjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paidjo.web.id/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 5 Januari 2009 diberlakukannya jam baru bagi pelajar sekolah yaitu jam 06.30. Ini merupakan antisipasi kemacetan yang terjadi untuk wilayah Jakarta. Bagi saya ini tidak begitu nyaman, walau saya bukan seorang pelajar, bukan juga seorang guru. Hari biasa berangkat jam 05.45 yang notabene jalanan masih begitu lengang, bisa nyantai dalam mengendarai sepeda motor yang sudah tua. Sejak diberlakukannya jam sekolah, berangkat pukul 05.45 sudah merasakan kemacetan dan tidak bisa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 5 Januari 2009 diberlakukannya jam baru bagi pelajar sekolah yaitu jam 06.30. Ini merupakan antisipasi kemacetan yang terjadi untuk wilayah Jakarta. Bagi saya ini tidak begitu nyaman, walau saya bukan seorang pelajar, bukan juga seorang guru. Hari biasa berangkat jam 05.45 yang notabene jalanan masih begitu lengang, bisa nyantai dalam mengendarai sepeda motor yang sudah tua. Sejak diberlakukannya jam sekolah, berangkat pukul 05.45 sudah merasakan kemacetan dan tidak bisa nyantai dalam mengendari kendaraan, karena mengejar waktu jam kerja kantor.<br />
Sekarang akan diberlakukannya lagi jam kerja untuk karyawan swasta berdasarkan wilayah, Jakarta Utara dan Pusat jam 07.00, untuk wijalah Jakarta Timur dan Jakarta Barat jam 08.00 dan untuk Jakarta Selatan jam 09.00. Banyak yang menuai protes, kenapa tidak sarana transportasi yang diperbaiki, sehingga akan beralih ke sarana ini.<br />
huuuu&#8230;.uuh..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paidjo.web.id/curhat/jam-sekolah-pagi0630/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru 2009</title>
		<link>http://www.paidjo.web.id/informasi/tahun-baru-2009</link>
		<comments>http://www.paidjo.web.id/informasi/tahun-baru-2009#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 17:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paidjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paidjo.web.id/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Kebisingan suara petasan dan trompet, memecah kesunyian. Kenapa semua harus dilalui dengan seperti ini. Setidaknya harus merenung untuk tahun yang baru, dengan harapan baru, dengan segala hal yang perlu di koreksi atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat ditahun silam.
Apa smua lupa dengan itu semua.. dengan segala kejelekan, kekurangan, dan dosa-dosa yang telah diperbuat. MENGAPA??????
Renungkan wahai semuanya.. apa besok kita bisa lebih baik.. apa besok kita bisa memperbaiki semua..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebisingan suara petasan dan trompet, memecah kesunyian. Kenapa semua harus dilalui dengan seperti ini. Setidaknya harus merenung untuk tahun yang baru, dengan harapan baru, dengan segala hal yang perlu di koreksi atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat ditahun silam.<br />
Apa smua lupa dengan itu semua.. dengan segala kejelekan, kekurangan, dan dosa-dosa yang telah diperbuat. MENGAPA??????<br />
Renungkan wahai semuanya.. apa besok kita bisa lebih baik.. apa besok kita bisa memperbaiki semua..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paidjo.web.id/informasi/tahun-baru-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirgahayu Republik Indonesia ke 63</title>
		<link>http://www.paidjo.web.id/umum/dirgahayu-republik-indonesia-ke-63</link>
		<comments>http://www.paidjo.web.id/umum/dirgahayu-republik-indonesia-ke-63#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 06:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paidjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paidjo.web.id/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Haloo Indonesia&#8230;. Tanah airku tercinta, tempat aku lahir dan dibesarkan sampai saat ini.
Bertambahnya usiamu, kita berharap semua semoga rakyatnya tetap tentram, makmur dan damai, tanpa ada rong-rongan dari pihak manapun yang berusaha mengadu domba.
Maraknya kasus-kasus korupsi yang menyengsarakan rakyat sendiri (sama dengan jeruk makan jeruk). Yang lemah selalu tertindas. Semoga dengan semangat untuk bangkit di usia Indonesia yang ke 63 ini bisa memberikan inspirasi bagi &#8220;wong duwur&#8221; peduli &#8220;wong cilik&#8221;. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Haloo Indonesia&#8230;. Tanah airku tercinta, tempat aku lahir dan dibesarkan sampai saat ini.<br />
Bertambahnya usiamu, kita berharap semua semoga rakyatnya tetap tentram, makmur dan damai, tanpa ada rong-rongan dari pihak manapun yang berusaha mengadu domba.<br />
Maraknya kasus-kasus korupsi yang menyengsarakan rakyat sendiri (sama dengan jeruk makan jeruk). Yang lemah selalu tertindas. Semoga dengan semangat untuk bangkit di usia Indonesia yang ke 63 ini bisa memberikan inspirasi bagi &#8220;wong duwur&#8221; peduli &#8220;wong cilik&#8221;. Mampu memberantas kemiskinan.<br />
Indonesia.. Indonesia&#8230; negeri yang subur&#8230;</p>
<p><strong>Indonesia Raya</strong></p>
<p><span id="more-76"></span>Indonesia tanah airku<br />
Tanah tumpah darahku<br />
Di sanalah aku berdiri<br />
Jadi pandu ibuku<br />
Indonesia kebangsaanku<br />
Bangsa dan tanah airku<br />
Marilah kita berseru,<br />
Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku hiduplah negeriku<br />
Bangsaku rakyatku semuanya<br />
Bangunlah jiwanya bangunlah badannya<br />
Untuk Indonesia Raya.</p>
<p><em>Refrain:</em><br />
Indonesia Raya merdeka, merdeka<br />
Tanahku negeriku yang kucinta<br />
Indonesia Raya merdeka, merdeka<br />
Hiduplah Indonesia Raya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paidjo.web.id/umum/dirgahayu-republik-indonesia-ke-63/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komitmen</title>
		<link>http://www.paidjo.web.id/curhat/komitmen</link>
		<comments>http://www.paidjo.web.id/curhat/komitmen#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 12:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paidjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paidjo.web.id/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Terbesit dalam benak kita mendengar sebuah kata komitmen. Untuk pimpinan, HRD, atau untuk sebuah keluarga. Pimpinan mempunyai komitmen yang begitu muluk-muluk untuk mendapatkan suara, untuk dapat bertengger di kursi kepemimpinan. Tapi apakah benar komitmen itu akan dapat dicapainya??
Pimpinan bidang HRD, merekrut karyawan dalam sebuah perusahaan. Dipertanyakan juga tentang komitmennya saat pertama bertutur kata manis mengangkat pegawai. Bukan hanya dengan iming-iming gaji yang tinggi tapi ternyata tidak dipenuhi dengan alasan 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terbesit dalam benak kita mendengar sebuah kata komitmen. Untuk pimpinan, HRD, atau untuk sebuah keluarga. Pimpinan mempunyai komitmen yang begitu muluk-muluk untuk mendapatkan suara, untuk dapat bertengger di kursi kepemimpinan. Tapi apakah benar komitmen itu akan dapat dicapainya??</p>
<p>Pimpinan bidang HRD, merekrut karyawan dalam sebuah perusahaan. Dipertanyakan juga tentang komitmennya saat pertama bertutur kata manis mengangkat pegawai. Bukan hanya dengan iming-iming gaji yang tinggi tapi ternyata tidak dipenuhi dengan alasan </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paidjo.web.id/curhat/komitmen/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keharmonisan Rumah Tangga</title>
		<link>http://www.paidjo.web.id/curhat/keharmonisan-rumah-tangga</link>
		<comments>http://www.paidjo.web.id/curhat/keharmonisan-rumah-tangga#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 02:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paidjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[harmonis]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paidjo.web.id/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Banyak lajang Muslim gelisah menunggu jodohnya. Disisi lain, banyak pula pernikahan pasangan Muslim yang terancam perceraian. Bagaimana mengawali pernikahan agar menjadi &#8220;Rumah&#8221; yang nyaman?
Ada tiga kunci untuk menjaga keharmonisan dalam Rumah Tangga :
1.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://paidjo-web.co.cc/albums/userpics/10001/merrid.jpg" alt="" width="160" height="139" />Banyak lajang Muslim gelisah menunggu jodohnya. Disisi lain, banyak pula pernikahan pasangan Muslim yang terancam perceraian. Bagaimana mengawali pernikahan agar menjadi &#8220;Rumah&#8221; yang nyaman?</p>
<p>Ada tiga kunci untuk menjaga keharmonisan dalam Rumah Tangga :</p>
<p>1.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paidjo.web.id/curhat/keharmonisan-rumah-tangga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

